Selamat Beraktifitas, Pemuda Maju Olahraga Jaya....................... Hari Rabu, 27 Juni 2018 Libur Nasional untuk Pilkada Serentak SUKSESKAN ASIAN GAMES DAN ASIAN PARA GAMES 2018 PEMUDA INDONESIA KEREN AKSIMU......PEMUDA INDONESIA BERANI BERSATU....

Kehidupan Toleransi dari Tanah Karo

  • Kepemudaan
  • Kamis, 13 September 2018

Ditulis oleh : Muhammad Redha, Peserta Kirab Pemuda dari Kalimantan Barat

    Horasss... itulah yang kerap di sapa ketika orang mendengar Sumatera Utara. Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi dengan ibu kota provinsi yakni Kota Medan, sebagai ibu kota provinsi sekaligus salah satu dari kota besar Metropolitan di Indonesia. setelah melakukan napak tilas di titik singgah kedua dalam Kirab Pemuda Tahun 2018, bahwa Sumatera Utara itu bukan provinsi dengan kebudayaan yang homogen, tetapi masyarakat yang heterogenitas dengan keanekaragaman Suku Agama Ras dan Antar Golongan.        Kota Medan, merupakan satu  kota yang kerap dianggap orang merupakan kota besar. Kota besar sering dianggap dengan masyarakat yang kurang ramah dan memilih untuk mementingkan urusan sendiri. Kembali, Kirab Pemuda 2018 menampik hal tersebut, bahkan  orang orang di sini sangat ramah dan respect terhadap orang orang baru khususnya pendatang.       Dengan sebagian masyarakat perkotaan yang kental akan kebudayaan melayu, membuat kota medan semakin menjadi kota besar yang tidak meninggalkan marwah identitas budaya nya. terlebih lagi dengan lantunan pantun pantun semakin membuat suasanya yang seharusnya formal dan tegang, malah menjadi cair dan semakin intim dalam komunikasi dan interaksi.       Hal yang berbeda pula saya rasakan di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. disini kental akan masyarakat nya yang kita kenal batak. Berastagi ini merupakan salah satu destinasi unggulan setelah yang paling terkenal dan menjadi 10 destinasi Bali baru "Danau Toba" di kecamatan berastagi ini kita dapat melihat banyak sekali rumah rumah khas Batak. Pemandangan pegunungan bukit dan kebun kebun sayur buah juga semakin menambah keindahannya. Suhu yang dingin dengan banyaknya kera yang liar meyakinkann bahwa tanah karo ini masih mempertahan kan keaslian alam mereka guna melestarikan dan mempetahankan tujuan wisata khas dari daerah ini. Kunjungan ke taman Alam Lumbini mempertemukan. peserta kirab pemuda 2018 dengan Pagoda emas nya membuat mata terhipnotis. seketika pertanyaan timbul, bagaimana bisa vihara ada di tanah yang mayoritas kristiani ini? itulah anugerah Allah SWT tuhan semesta alam yang membuat perbedaan menjadi sebuah keistimewaan. tidak perlu jauh jauh ke thailand untuk melihat vihara, karena sumatera utara di kecamatan berastagi kabupaten karo sudah bisa kita nikmati yang selama ini orang untuk melihat vihara indah harus ke thailand terlebih dahulu. tidak jauh dari daerah wisata tersedia juga pusat oleh oleh khas batak Kabupaten karo disitu dan ini semakin memanjakan pengunjung sebelum pulang untuk membeli oleh oleh khas, khususnya kain ulos batak. serta banyaknya toko buah buahan segar membuat setiap orang tidak akan mau melewatkan momen selama di Berastagi ini.       Wajarlah Indonesia di juluki sebagai Zamrut Khatulistiwa. karena keanekaragaman nya membuat sebuat perbedaan tanpa membedakan.         Keterangan gambar : Vihara Taman Alam Lumbini, Kecamatan Berastagi. Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara